Perizinan Pembangunan Tersus/Terminal Khusus (Studi Kasus CV Bina Lestari Jaya) Di Pangkalpinang Bangka Belitung
Categorie(s):
journal
Author(s):
Supartini, Vivid Dekanawati, Rizki Dwi Wardoyo
Tahun:
2020
Kode:
Volume 18 no 2 juli 2020
Nama Penulis:
Supartini, Vivid Dekanawati, Rizki Dwi Wardoyo
Item Type:
Journal
ISSN/ISBN:
p-ISSN : 1693-9484
eISSN/eISBN:
e-ISSN : 2621-8313
Keyword(s):
Kata Kunci : Perijinan, Pembangunan Terminal Khusus (Tersus).
Abstract :
Abstrak
Kegiatan bidang pelayaran dibedakan menjadi dua, pelayaran niaga dan bukan niaga. Guna mendukung sarana angkutan laut diperlukan prasarana berupa pelabuhan. Pelabuhan merupakan tempat pemberhentian/terminal kapal setelah melakukan pelayaran. Di pelabuhan kapal melakukan berbagai macam kegiatan, seperti naik turun penumpang, bongkar muat barang, pengisian bahan bakar, dan air tawar.
Guna menunjang kegiatan usaha untuk kepentingan sendiri, maka dapat dibangun Terminal Khusus (Tersus), merupakan terminal yang letaknya di luar Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKP) Pelabuhan, merupakan bagian dari pelabuhan terdekat untuk melayani kepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokoknya.
Pengelolaan terminal khusus dilakukan oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai pengelola terminal khusus.
CV Bina Lestari Jaya salah satu BUP yang akan melakukan pembangunan tersus, menunjuk dan memberi kuasa kepada perusahaan pelayaran PT. Karya Cipta Bangka Lancar untuk mengurus perijinan tersus tersebut.
Untuk pembangunan tersus, CV Bina Lestari Jaya melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah dan menyusun konsep secara matang, mengurus perijinan yang memiliki tahapan dan persyaratan yang cukup rumit, karena membutuhkan survey dengan data yang akurat, baik penetapan lokasi, studi kelayakan baik di darat maupun di laut/perairan. Perlu dipertimbangkan pula aspek ekonomi, efisiensi, dampak lingkungan dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Selanjutnya melakukan studi kelayakan didampingi tim tehnis Distrik Navigasi Kelas 1 Palembang.
Pembangunan tersus komoditi ekspor sudah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak karena dinilai efektif untuk memudahkan pengiriman komoditas ekspor. Dengan adanya tersus ekspor, maka pendistribusian komoditas ekspor daerah ke berbagai pelabuhan lebih efektif, efisien dan tidak perlu mengantri untuk membawa komoditas tersebut. Selama ini antrian masuk dan sandar kapal kargo cukup panjang, karena belum adanya tersus di Pelabuhan Pangkalbalam.
Kondisi ini menjadi permasalahan tersendiri bagi eksportir dan pengguna jasa pelabuhan dalam meningkatkan ekspor, karena harus menunggu kapal sandar untuk memuat komoditasnya.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif.
Kata Kunci : Perijinan, Pembangunan Terminal Khusus (Tersus).
Kegiatan bidang pelayaran dibedakan menjadi dua, pelayaran niaga dan bukan niaga. Guna mendukung sarana angkutan laut diperlukan prasarana berupa pelabuhan. Pelabuhan merupakan tempat pemberhentian/terminal kapal setelah melakukan pelayaran. Di pelabuhan kapal melakukan berbagai macam kegiatan, seperti naik turun penumpang, bongkar muat barang, pengisian bahan bakar, dan air tawar.
Guna menunjang kegiatan usaha untuk kepentingan sendiri, maka dapat dibangun Terminal Khusus (Tersus), merupakan terminal yang letaknya di luar Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKP) Pelabuhan, merupakan bagian dari pelabuhan terdekat untuk melayani kepentingan sendiri sesuai dengan usaha pokoknya.
Pengelolaan terminal khusus dilakukan oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, atau Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai pengelola terminal khusus.
CV Bina Lestari Jaya salah satu BUP yang akan melakukan pembangunan tersus, menunjuk dan memberi kuasa kepada perusahaan pelayaran PT. Karya Cipta Bangka Lancar untuk mengurus perijinan tersus tersebut.
Untuk pembangunan tersus, CV Bina Lestari Jaya melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah dan menyusun konsep secara matang, mengurus perijinan yang memiliki tahapan dan persyaratan yang cukup rumit, karena membutuhkan survey dengan data yang akurat, baik penetapan lokasi, studi kelayakan baik di darat maupun di laut/perairan. Perlu dipertimbangkan pula aspek ekonomi, efisiensi, dampak lingkungan dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Selanjutnya melakukan studi kelayakan didampingi tim tehnis Distrik Navigasi Kelas 1 Palembang.
Pembangunan tersus komoditi ekspor sudah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak karena dinilai efektif untuk memudahkan pengiriman komoditas ekspor. Dengan adanya tersus ekspor, maka pendistribusian komoditas ekspor daerah ke berbagai pelabuhan lebih efektif, efisien dan tidak perlu mengantri untuk membawa komoditas tersebut. Selama ini antrian masuk dan sandar kapal kargo cukup panjang, karena belum adanya tersus di Pelabuhan Pangkalbalam.
Kondisi ini menjadi permasalahan tersendiri bagi eksportir dan pengguna jasa pelabuhan dalam meningkatkan ekspor, karena harus menunggu kapal sandar untuk memuat komoditasnya.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif.
Kata Kunci : Perijinan, Pembangunan Terminal Khusus (Tersus).